PEMANFAATAN TANAMAN JAHE UNTUK PEMBUATAN WEDANG CEMUE
OLEH :
SITI
MAWARTI,S.Pd.
MADRASAH IBTIDAIYAH HIDAYATUL ISLAM
NGENDUT UTARA PUCANGANOM KEBONSARI
MADIUN
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa yang telah memberikan kesempatan kepada penyusun untuk dapat menyusun karya
ilmiah ini yang bertemakan “Pemanfaatan Tanaman Jahe untuk pembuatan wedang
cemue”. Karya ilmiah ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman bagi kita
semua dalam memanfaatkan tanaman jahe.
Terima kasih penulis ucapkan kepada ibu Suciati S.Pd.I selaku kepala MI Hidayatul
Islam dan teman-teman Guru yang telah berperan aktif membantu dalam penulisan makalah ini.
Karya
ilmiah belum sepatutnya dikatakan sempurna, maka dari itu penyusun mengharapkan
pembaca agar dapat memberikan kritik ataupun saran demi menyempurnakan karya
ilmiah ini.
Madiun,20Agustus
2020
DAFTAR ISI
|
HALAMAN
JUDUL....................................................................................
|
i |
|
LEMBAR PENGESAHAN...........................................................................
|
ii |
|
KATA
PENGANTAR...................................................................................
|
iii |
|
DAFTAR ISI.................................................................................................. |
iv |
|
BAB I
PENDAHULUAN |
|
|
1.1
Latar Belakang Masalah.....................................................................
. |
1 |
|
1.2
Rumusan Masalah................................................................................ |
2 |
|
1.3
Tujuan .................................................................................................. |
2 |
|
1.4
Manfaat……………………………………………………………….. |
2 |
|
BAB II
PEMBAHASAN |
|
|
2.1
Pengertian Jahe .................................................................................... |
4 |
|
2.2
Ciri-ciri Tanaman Jahe……….............................................................. |
4 |
|
2.3
Klasifikasi Jahe Jenis............................................................................ |
5 |
|
2.4
Jenis Tanaman Jahe .............................................................................. |
5 |
|
2.5
Kandungan Tanaman Jahe.................................................................... |
5 |
|
2.6 Jahe sebagai obat
praktis ...................................................................... |
6 |
|
2.7 Proses pembuatan Wedang cemue ………………………………….. |
7 |
|
BAB III
PENUTUP |
|
|
3.1
Kesimpulan............................................................................................ |
8 |
|
3.2 Saran..................................................................................................... |
8 |
|
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………
. 9 |
|
|
LAMPIRAN………………………………………………………………10 |
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sudah saatnya kita membebaskan diri dari zat-zat kimia yang dibawa
oleh makanan-makanan import, dan sudah saatnya pula kita merubah filosofi makan
kita. Kita kembalikan lagi ke tujuan awal bahwa kita makan intinya adalah untuk
meningkatkan kesehatan dan kebugaran. apalagi masa-masa pandemi seperti
sekarang ini jahe sangat banyak diminati orang karena dapat
Berbagai jenis minuman nusantara yang dapat digolongkan
sebagai pangan fungsional antara lain wedang jahe, wedang secang, wedang jeruk,
beras kencur, kunyit asam, bir temulawak, bir plethok, ronde, sekoteng, bandrek,
serbat dan dadih. Khasiat minuman tradisional antara lain, dapat menghangatkan
tubuh, mencegah masuk angin, batuk, influenza, reumatik, meningkatkan stamina
tubuh, melancarkan pencernaan dan anti diare apalagi masa-masa pandemi seperti
sekarang ini jahe sangat banyak diminati orang karena dapat menambah imun agar
terhindar dari virus corona.
Namun dalam hal ini saya akan menitik beratkan pada Jahe,
Kenapa Jahe? Karena Pada Jahe banyak sekali khasiat untuk kesehatan dan
kebugaran tubuh.Adapun Khasiat Jahe antara lain :
1. Mampu meredakan nyeri lambung dan
memulihkan radang sendi.
2. Jahe terbukti berkhasiat sebagai
karminativum atau dapat merangsang keluarnya gas dari perut sehingga mampu
mengobati masuk angin.
3. Sifatnya yang menghangatkan tubuh
juga dipercaya mengurangi rasa mual, batuk dan gejala flu ringan.
Jahe {Zingiber officinale} adalah tanaman rimpang yang
sangat popular sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk
jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominant pedas di sebabkan
senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingi beraceae
{temu-temuan}. Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata
Yunani Zingiberi dari bahasa Sanskerta yaitu zingeron
Indonesia merupkan Negara yang kaya akan rempah-rempah
termasuk juga tanaman jahe. Tanaman ini di masyarakat indnesia banyak digunakan
untuk minuman atau bahan dalam memasak, jarang sekali masyarakat Indonesia
mengkreasikan tanaman jahe sehinggan mampu membawa manfaat pada masyarakat
secara luas. Peneliti disini tertarik untuk mengembangkan tanaman jahe sebagai
bahan dalam pembuatan es krim dengan mengkombinasikan dengan berbagai macam
buah seperti coklat,vanilla,dalam hal ini peneliti ingin mengembangkan ice
cream coklat rasa jahe.
Apabila kedua bahan ini dijadikan satu, maka akan
terciptanya rasa cokelat yang pedas. Selama ini cokelat yang dikenal dengan
rasa manis, kini kami meneliti cokelat dengan rasa yang berbeda namun banyak
khasiatnya. Karena rasa jahe yang dominan pedas dikarenakan senyawa keton
bernama zingeron, selain itu jahe juga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh
kita. Jahe juga tidak menyebabkan kita menjadi gemuk,
karena tidak ada kandungan lemak dalam jahe. Jadi bila dikonsumsi, dan apabila
di campurkan dengan cokelat akan menimbulkan rasa yang pedas pada es krim
cokelat.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya
adalah sebagai berikut.
1. Apakah khasiat tanaman jahe bagi
tubuh kita?
2. Bagaimana cara membuat ice cream
coklat rasa jahe agar dapat dikonsumsi dengan aman
1.3. Tujuan
Tujuan penulisan Karya Ilmiah kami yang berjudul “ Es Krim
Rasa Jahe ” adalah sebagai berikut.
1. Tujuan Umum
: Membuat wedang cemue
2. Tujuan Khusus :
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas, tujuan khusus kami untuk meneliti wedang cemue adalah
a. Mengetahui khasiat wedang cemue bagi
tubuh kita.
b. Cara kinerja membuat wedang cemue
1.4. Manfaat
Manfaat dari penilitian kami yang berjudul “Es Krim Rasa
Jahe ” adalah sebagai berikut.
1. Bagi pengusaha Ice Cream
Bagi
pengusaha Ice cream, tentunya sangat menguntungkan sekali, karena bila Ice
Cream Cokelat Rasa Jahe ini di promosikan di pasaran, sehingga membuat orang
penasaran dan ingin mencobanya. Jadi pengusaha es bisa menghasilkan keuntungan
yang sangat besar.
2. Bagi kesehatan konsumen
Tak perlu diragukan lagi, karena banyak peneliti
sebelumnya yang meneliti jahe dan hasilnya tidak mengecewakan. Selain itu, bagi
konsumen tidak perlu takut gemuk untuk memakannya. Karena kandungan lemaknya
sangat sedikit. Untuk kesehatan pun banyak sekali manfaatnya contohnya :
menghangatkan badan, menghilangkan rasa mual, mencegah lelah.
3. Bagi pabrik
cokelat batangan dan petani jahe
Akan sangat menguntungkan sekali bagi kedua pemeran
ini, karena semakin bertambahnya produksi cokelat batangan dan jahe. Selain itu
para petani atau buruh pabrik dapat menyisihkan hasil jahe atau cokelat
batangan untuk membuka usaha kecil-kecilan dirumah, karena bahan untuk
membuatnya sangat mudah dan tidak menghabiskan banyak uang, namun memiliki
hasil yang menggiurkan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Jahe
Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang
semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina.
Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di negara
kita. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Rimpangnya sangat luas
dipakai, antara lain sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan
seperti roti, kue, biscuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga
digunakan dalam industri obat, minyak wangi dan jamu tradisional. Jahe muda
dimakan sebagai lalapan, diolah menjadi asinan dan acar. Disamping itu, karena
dapat memberi efek rasa panas dalam perut, maka jahe juga digunakan sebagai
bahan minuman seperti bandrek, sekoteng dan sirup.
Jahe yang nama ilmiahnya Zingiber officinale sudah tak asing
bagi kita, baik sebagai bumbu dapur maupun obat-obatan.
Jahe tergolong tanaman herba, tegak, dapat mencapai
ketinggian 40 – 100 cm dan dapat berumur tahunan. Batangnya berupa batang semu
yang tersusun dari helaian daun yang pipih memanjang dengan ujung lancip.
Bunganya terdiri dari tandan bunga yang berbentuk kerucut dengan kelopak
berwarna putih kekuningan.
Akarnya sering disebut rimpang jahe berbau harum dan berasa
pedas. Rimpang bercabang tak teratur, berserat kasar, menjalar mendatar. Bagian
dalam berwarna kuning pucat
2.2. Klasifikasi Jahe
a. Divisi
: Spermatophyta
b. Sub-divisi
: Angiospermae
c. Kelas
: Monocotyledoneae
d. Ordo
: Zingiberales
e. Famili
: Zingiberaceae
f. Genus
: Zingiber
g. Species
: Zingiber officinale
2.3. Ciri-Ciri Tanaman Jahe
Terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila
dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8
– 15 mm ; tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm ; bentuk lidah daun memanjang,
panjang 7,5 – 10 mm, dan tidak berbulu; seludang agak berbulu. Perbungaan
berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat atau bundar telur
yang sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai 3,5 – 5 cm,
lebar 1,5 – 1,75 cm ; gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis
berbulu jarang ; sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset,
letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm;
daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak
berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm ; mahkota
bunga berbentuk tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam,
berwarna kuning kehijauan, panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir
berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 –
15 mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2.
2.4. Jenis Tanaman Jahe
Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk
dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :
a. Jahe putih/kuning besar atau disebut
juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas
rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias
dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar
maupun jahe olahan.
b. Jahe putih/kuning kecil atau disebut
juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit
menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak
atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas,
disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk
diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
c. Jahe merah. Rimpangnya berwarna
merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil sama seperti jahe kecil, jahe
merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri
yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan
2.5. Kandungan Tanaman Jahe
Sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan
oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan
oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Minyak atsiri dapat diperoleh atau
diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering. Ekstrak minyak jahe
berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau harum tetapi
tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas. Kandungan minyak atsiri dalam
jahe kering sekitar 1 – 3 persen. Komponen utama minyak atsiri jahe yang
menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol.
Oleoresin jahe banyak mengandung
komponen pembentuk rasa pedas yang tidak menguap. Komponen dalam oleoresin jahe
terdiri atas gingerol dan zingiberen, shagaol, minyak atsiri dan resin. Pemberi
rasa pedas dalam jahe yang utama adalah zingerol.
2.6 Jahe Sebagai Obat Praktis
Jahe merupakan pereda rasa sakit
yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren.
Caranya, minum wedang jahe 3 kali sehari. Bisa juga minum wedang ronde,
mengulum permen jahe, atau menambahkan jahe saat pada soto, semur, atau
rendang.
Daun jahe juga berkhasiat, antara
lain dengan ditumbuk dan diberi sedikit air dapat dipergunakan sebagai obat
kompres pada sakit kepala dan dapat dipercikan ke wajah orang yang sedang
menggigil. Sedangkan rimpangnya ditumbuk dan direbus dalam air mendidih selama
lebih kurang ½ jam, kemudian airnya dapat diminum sebagai obat untuk memperkuat
pencernaan makanan dan mengusir gas di dalamnya, mengobati hati yang
membengkak, batuk dan demam.
Untuk mengobati rematik rematik siapkan 1 atau 2 rimpang
jahe. Panaskan rimpang tersebut di atas api atau bara dan kemudian ditumbuk.
Tempel tumbukan jahe pada bagian tubuh yang sakit rematik. Cara lain adalah
dengam menumbuk bersama cengkeh, dan ditempelkan pada bagian tubuh yang
rematik.
Jahe juga dapat digunakan untuk
mengobati luka karena lecet, ditikam benda tajam, terkena duri, jatuh, serta
gigitan ular. Caranya rimpang jahe merah ditumbuk dan ditambahkan sedikit
garam. Letakkan pada bagian tubuh yang terluka. Rimpang tumbuk juga dapat
dipakai sebagai obat gosok pada penyakit gatal karena sengatan serangga.
Rimpang yang ditumbuk, dengan diberi
sedikit garam, kemudian ditempelkan pada luka bekas gigitan ular beracun (hanya
sebagai pertolongan pertama sebelum penderita dibawa ke dokter). Dengan
dicampur lobak, jahe dapat digunakan untuk mengobati eksim. Parutan lobak dicampur
dengan air jahe. Air jahe dapat diperoleh dengan memarut rimpang jahe, lalu
diperas. Ramuan ini dioleskan ke bagian kulit yang terkena eksim. Biasanya
dalam waktu 2 minggu saja penyakit sudah berkurang.
Untuk mencegah mabuk perjalanan, ada
baiknya minum wedang jahe sebelum bepergian. Caranya: pukul-pukul jahe segar
sepanjang satu ruas jari. Masukkan ke dalam satu gelas air panas, beri madu
secukupnya, lalu diminum. Bisa juga menggunakan sepertiga sendok teh jahe
bubuk, atau kalau tahan, makan dua kerat jahe mentah
2.7. Proses Pembuatan Wedang cemue
1. Bahan-bahan yang harus disiapkan adalah :
a.
2
jempol /25 gr jahe kupas dan memarkan
b.
2
batang serai,ambil bagian putihnya,memarkan
c.
750
ml
d.
250 gr gula merah atau gula aren
e.
250
ml santan kental
f.
Bawang
merah goreng 25 gr
g.
½
sdt garam atau sesuai selera
h.
½
sdt garam atau sesuai selera
2. Cara pembuatannya adalah sebagai
berikut :
a. Kupas kulit jahe ,potong jahe
tipis-tipis atau memarkan
b. Masukkan ke dalam panci perebus : jahe,serai,dan
potongan gula merah.
c. Tuangi 750 ml air dingin,tutup panci,dan
masak dengan api sedang sampai mendidih dan gula larut
d. Tambahkan
santan dan garam.kecilkan api,masak kembali selama 15 menit sampai rasa dan
aroma benar-benar meresap.
e. Aduk-aduk
supaya snatan tidak pecah
f.
Cicipi,jika perlu tambahkan garam atau
gula pasir sesuai selera
g. Angkat dari apai dan saring dengan saringan santan
h. Tuang
wedang Cemue kedalam mangkok,beri roti tawar dan taburi gorengan bawang merah
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari karya tulis ini adalah:
1. Tanaman jahe mempunyai banyak
khasiat untuk tubuh kita terutama pada kesehatan tubuh sehingga dapat dijadikan
alternatif bahan utama ice cream. Manfaat jahe yaitu menurunkan tekanan darah membantu
pencernaan, membuat lambung menjadi aman, mencegah radikal bebas dalam tubuh.
2. Upaya alat atau tempat bersih dari
kuman selain itu cuci tangan sebelum membuat Wedang cemue .
3. Wedang cemue
mampu menghangatkan tubuh
3.2. Saran
Saran saya kepada peserta didik agar membiasakan
mengkonsumsi minuman tradisional yang yang mengandung jahe misalnya wedang
cemue agar badan selalu sehat.
DAFTAR PUSTAKA
https:
//mixartigo.com,jahe-pengertian-jenis-manfaat
https:/ulyadays.com.khasiat-jahe
https: //www.kompasiana.com>
LAMPIRAN
DOKUMENTASI
PEMBUATAN WEDANG CEMUE





Komentar
Posting Komentar